Info & Berita > Berita & Kegiatan > Berita dan Kegiatan di Indonesia

 

 
Berita dan Kegiatan

di Indonesia

Penganiayaan
Fakta untuk Media

VIdeo Klarifikasi Fakta

Hubungi Kami

Masukkan Artikel

Saya Menyaksikan Kekejaman yang Dialami Rekan-rekan Praktisi di Penjara Wanita Sichuan

(Kesadaranmurni.net) Saya ditahan di Penjara Wanita Kotapraja Yangmahe, Kota Jianyang, Provinsi Sichuan, selama tiga tahun karena berlatih Falun Gong. Saya mengalami dan menyaksikan penindasan terhadap praktisi Falun Gong oleh para penjaga dan tahanan. Lebih dari 100 praktisi ditahan di penjara tersebut.

Ketika pertama kali tiba di penjara, saya melihat Yu Zhifang dan para penjaga lainnya menggeledah praktisi, terutama mencari artikel dan ceramah Shifu. Materi-materi yang dibawa oleh praktisi dibuang ke lantai. Kemudian, dua tahanan ditugaskan untuk mengawasi praktisi selama 24 jam, mengikuti kami secara dekat. Para tahanan juga ikut menganiaya, tidak membolehkan praktisi berbicara, berhubungan, atau bahkan pandangan sekilas satu sama lain. Pada malam hari, lampu selalu nyala supaya para penjaga bisa terus mengawasi praktisi serta mencegah mereka melakukan latihan Gong. Praktisi tidak diperbolehkan untuk menekuk kaki mereka ketika duduk atau berbaring. Para kriminal bahkan memaksakan larangannya ketika praktisi sedang duduk di pinggir ranjang.

Sehubungan dengan ketertarikan penjara terhadap keuntungan ekonomi, praktisi dipaksa untuk membanting tulang. Para praktisi yang dirasakan oleh penjaga belum dicuci otak tidak diperbolehkan untuk membeli bahan, menelpon, atau kunjungan keluarga – mereka sepenuhnya kehilangan kebebasan.

Pada Juli 2002, saya berada di penjara lebih dari sebulan ketika para penjaga yang menganiaya praktisi paling kejam di tiap bangsal dipindahkan ke bangsal 7 untuk melakukan “kelas hukum.” Sebenarnya, ini adalah kelas pencucian otak. Lebih dari 100 praktisi dikirim ke bangsal 7 dan disiksa dengan berbagai macam metode penyiksaan, menekan mereka untuk melepaskan Falun Gong. Tiga dari empat praktisi ditahan di tiap ruangan. Setiap praktisi diawasi oleh satu atau dua tahanan. Para kriminal membelenggu kebebasan praktisi, melaporkan apa yang mereka lakukan dan katakan kepada penjaga. Makan, cuci pakaian, mandi, dilakukan di kamar kecil, dan setiap aktivitas dibatasi waktu. Penjagar tidak membolehkan tahanan biasa untuk berbicara tentang Falun Gong dengan praktisi. Jika mereka melakukan dan diketahui, mereka akan dihukum. Penjaga menyebarkan kebohongan jahat untuk membangkitkan kebencian terhadap praktisi. Mereka memberi penghargaan dan pengurangan hukuman kepada asisten pengajar dan tahanan untuk menindas praktisi. Para tahanan jahat dan asisten pengajar yang menindas praktisi tidak mendapat halangan dari penjaga. Foto-foto dan spanduk jahat yang memaki Shifu dan Dafa digantung di seluruh bangsal. Praktisi dipaksa untuk menonton video dan baca buku-buku yang menjelekkan Dafa. Para tahanan yang bisa menyanyikan lagu-lagu propaganda Partai jahat diberi tugas oleh penjaga untuk memaksa praktisi mempelajari tarian sambil bernyanyi, dan mendengar lagu-lagu propaganda Partai. Tahanan berusaha mengenalkan bentuk latihan lain kepada praktisi. Mereka yang tidak mau mendengar perintah tahanan akan dicaki maki dan disiksa. Para penjaga menugaskan banyak asisten pengajar dan tahanan kriminal untuk mengelilingi praktisi, menyebarkan berbagai macam propaganda kejahatan secara verbal, bersikap munafik terhadap praktisi setiap hari, atau memaksa praktisi untuk menulis materi berbagi pengalaman dan yang disebut ”laporan pikiran.” Mereka mengancam praktisi yang tidak melepaskan Falun Gong, menambah hukuman bagi mereka yang tidak menulis tiga pernyataan. Jika asisten pengajar dan tahanan lain tidak bisa mencuci otak praktisi, mereka akan diganti. Para penjaga mengancam tahanan kriminal yang terlibat didalam penindasan terhadap praktisi tidak boleh menyingkap apa yang mereka lakukan di balik tembok penjara.

Jika praktisi sangat teguh pada keyakinannya, disamping menjadi sasaran untuk pencucian otak, para penjaga menggunakan metode lain untuk menyiksa, termasuk disuruh lari, melakukan menggerek ala militer, melakukan olah raga yang melelahkan, dan lain-lain. Beberapa praktisi tidak bisa berjalan karena kaki mereka bengkak akibat lari. Penjaga menugaskan tahanan untuk menyeret praktisi tersebut untuk lari. Mereka yang tidak menurut akan dipukul dan ditendang, dipaksa untuk berdiri atau duduk, dijemur di bawah sinar matahari, atau disika lebih lanjut di kurungan terisolasi. Mereka yang tidak menghadiri pelatihan baris berbaris militer, mengenakan seragam penjara, atau melaporkan kejahatan akan ditelanjangi, dimasukkan ke sebuah ruangan kecil untuk disiksa, dan/atau tidak diberi makan dan penggunaan kamar mandi. Sejumlah praktisi diborgor, digantung, dan tidak membolehkan makan atau menggunakan kamar kecil. Beberapa praktisi disiksa dengan posisi diborgor yang disebut “Menyandang Sebilah Pedang di belakang Punggung.”

Sesi pencucian otak berlangsung kurang lebih 50 hari, dan praktisi disiksa setiap hari. Praktisi Lin Li menentang penganiayaan, jadi dia digantung di sebuah pintu pos oleh penjaga Yu Zhifang dan sekutunya pada April 2002. Kemudian dia digantung di pos lain, dipukul dengan kejam, dicaci maki, dan tidak diperbolehkan makan atau menggunakan kamar kecil. Ia disiksa lebih dari satu bulan dalam rangka menekan dia untuk melepaskan kepercayaannya. Praktisi Zhang Zhiqin menolak untuk mengenakan seragam penjara, menyebut nomor, atau mengakui kesalahan. Yu Zhifang menugaskan sekelompok tahanan untuk mengutuk, menyeret, memukul punggung, menendang dan menyetrumnya dengan tongkat listrik. Ia diikat pada sebuah pohon atau di pos setiap hari, terisolasi dari orang-orang lain, duduk atau berdiri dan tidak boleh makan. Disamping itu, ia dipaksa untuk berjongkok dan berdiri, dan ditekan ke bawah oleh tahanan kriminal sementara mereka memotong rambutnya. Ia tidak dapat meneruskan mogok makan untuk memprotes penindasan, namun penjaga masih memaksanya untuk melakukan kerja berat.

Penjaga Yu Zhifang dan lainnya menggunakan taktik jahat untuk menindas dan menghina praktisi. Pada hari dimana pimpinan dan pejabat mengadakan inspeksi, atau ada acara khusus lain berlangsung di penjara, para penjaga khawatir orang-orang akan mengetahui perbuatan jahat mereka. Seorang polisi militer pernah melihat mereka memerintahkan tahanan kriminal mencopot pakaian praktisi Zhang Zhiqin. Kemudian dia dilempar ke sampah dekat kamar kecil, tempat yang penuh dengan nyamuk, lalat, dan kutu busuk.

Praktisi Ye Shunying menolak mengenakan seragam penjara untuk memprotes penindasan. Penjaga menugaskan kriminal untuk menyeretnya ke lantai kerja paksa dan menelanjangi dia di depan pengawas workshop untuk mempermalukannya. Praktisi Zhang Qunfang menolak untuk menyebut nomor, ia dimaki dan dipukul oleh kriminal, kemudian menekan punggung bagian bawahnya dengan lutut mereka. Praktisi lain, Lu Yanfei, tidak melepaskan keyakinannya pada Dafa dan menginformasikan tentang Falun Gong kepada yang lain. Ia diborgor oleh penjaga Liu Hong dan Jian, tidak diperbolehkan makan. Suatu kali ketika berada di kamar kecil, penjaga Liu Hong dan Jian menyeruh beberapa tahanan kriminal untuk menahannya ke lantai dan sebuah serbet pembersih dimasukkan ke dalam mulutnya. Setelah apa yang mereka telah lakukan tersingkap, Liu Hong dan Jian menyangkal semua tanggung jawab.

Sejak PKC memulai penindasan terhadap Falun Gong, sejumlah praktisi Dafa ditahan secara ilegal di Penjara Wanita Kotapraja Yangmahe, Kota Jianyang, Provinsi Sichuan. Di dalam kehidupan neraka ini, para penjaga dan kriminal menggunakan metode kejam untuk menyiksa praktisi. Apa yang digambarkan di atas hanya beberapa contoh.

Para penjaga yang terlibat penganiayaan:
Yu Zhifang, mantan pemimpin bangsal ke-7
Liu Hong, mantan pemimpin bangsal ke-8
Jian, mantan ketua tim di bangsal ke-8
Zhou Hui, mantan wakil ketua di bangsal ke-8
Fu, mantan pemimpin bangsal ke-4

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2008/10/3/187037.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2008/10/13/101451.html