Taipei, Taiwan: Praktisi Mengenang Sembilan Tahun Penindasan di China
Pada 20 Juli
Oleh: koresponden Minghui, Zhou Rong

(Falundafa.or.id) Pada siang hari, 20 Juli 2008, hari yang sangat panas dengan suhu 35oC (95oF), praktisi Falun Gong dengan seragam warna kuning sibuk menyiapkan panggung pertunjukan di Xinyi Square dekat Taipei 101, sebuah bangunan besar di Taipei, Taiwan. Spanduk kuning bertuliskan “Workshop Gratis Falun Dafa” dan “Mengetuk Hati Nurani. Hentikan Penindasan” diterangi oleh matahari. Foto-foto dipasang dan peragaan penyiksaan dimana praktisi Falun Gong menjadi sasarannya untuk memperlihatkan semangat yang tak tergoyahkan dan pengorbanan untuk melindungi kepercayaan mereka dalam menghadapi penindasan kejam Partai Komunis China.
Sejak 20 Juli 1999, ketika PKC mulai menindas Falun Gong dan melancarkan penindasan secara besar-besar, praktisi Falun Gong terus menerus melangkah keluar dari kultivasi pribadi mereka untuk mengklarifikasi fakta menggunakan pawai, pameran, membagikan brosur, dan berbagai bentuk lainnya. Selama sembilan tahun ini, mereka telah menyerukan keadilan dan dengan teguh bergerak mencapai tujuan mereka, mengakhiri penindasan.

Peragaan penyiksaan untuk mengungkap penindasan rejim PKC terhadap Falun Gong
Empat praktisi Falun Gong di dekat bundaran shopping Xinyi memeragakan metode penyiksaan yang digunakan selama penindasan. Mereka dilumuri dengan “darah”, dan beberapa digantung atau diikat. Penyiksaan itu menggambarkan sebagian kecil dari penyiksaan sesungguhnya yang digunakan. Sebuah spanduk berisi, “Orang yang Mencari Sejati-Baik-Sabar di Daratan China Menjadi Sasaran Penyiksaan dengan 100 lebih Macam Penyiksaan.”
Ini adalah pertama kali praktisi Falun Gong, Li Jinyan ikut bagian memperagakan penyiksaan. Tangannya digantung dan dilumuri cat tebal seperti darah di dadanya. Dia mengatakan bahwa tidak mudah digantung selama dua jam dalam cuaca panas ini. Tapi ini tidak bisa dibandingkan apa yang dialami oleh praktisi Falun Gong di Daratan China. Ketika dia melihat orang-orang melihatnya, pikirannya memberitahu lebih banyak orang tentang penindasan, dan tangannya tidak lagi merasa pegal. Malah, dia diliputi rasa belas kasih.
Orang-orang terkejut oleh penggambaran dari penyiksaan yang kejam. Beberapa orang datang untuk melihat lebih lanjut dan bisa merasakan penderitaan praktisi Falun Gong. Beberapa orang berkata dengan emosional, “Sulit dipercaya kekejaman seperti ini masih sedang terjadi.” Mereka menandatangani petisi untuk menyerukan diakhirinya penindasan.

Banyak anak-anak menandatangani petisi

Para murid terkejut melihat foto-foto tersebut
Orang-orang melihat perbedaan yang besar antara kedamaian dan keindahan berkultivasi Sejati-Baik-Sabar dengan penindasan jahat PKC. Banyak yang melihat foto-foto dengan seksama. Hua Zhong dan Li Tianlian, keturunan Tionghoa-Eropa, datang ke Taiwan untuk mempelajari bahasa Mandarin selama musim panas, berdiri di depan foto Gao Rongrong dalam waktu yang lama. Li, yang akan segera masuk sekolah medis, berkata, “Ini terlalu kejam! Tidak ada kebebasan untuk berkeyakinan! Saya tidak akan pergi ke China!” Dia sangat kaget setelah mendengar tentang pengambilan organ praktisi Falun Gong dan terus bertanya “Apa yang bisa saya bantu?”
Profesor Zhou Jian dengan seksama membaca penjelasan gambar. Dia berkata bahwa ada penindasan terhadap orang-orang baik di setiap daerah dan dalam sejarah, namun dia kagum dengan keberanian praktisi Falun Gong keluar untuk mengungkap kejahatan. Dia bertanya tentang waktu penutupan pameran dan menganjurkan praktisi untuk terus melanjutkan.
Praktisi Falun Gong menyingkap penindasan dengan kata-kata dan brosur. Pada siang hari, 20 Juli 2008, mereka mengumpulkan tandatangan untuk menyerukan diakhirinya penindasan tersebut.
Banyak orang memberikan tanda tangan untuk menyerukan agar mengakhiri penindasan setelah mendengar fakta kebenaran. Praktisi Falun Gong, Cao, wanita, berkata bahwa banyak orang tidak mengetahui kekejaman seperti itu masih sedang terjadi. Dia berharap tokoh-tokoh penting di seluruh negeri akan mengetahui tentang penindasan yang dialami oleh Falun Gong dan membantu menghentikannya.
Praktisi Falun Gong, Lin Jieru, wanita, berkata semakin banyak orang telah mempelajari tentang penindasan dan memberikan dukungan bagi Falun Gong dan kekuatan keadilan berkembanga dengan cepat. Dia percaya hari-hari PKC bisa dihitung, dan penindasan tidak boleh berlanjut.

Pameran foto, peragaan latihan latihan dan pengumpulan tanda tangan
Zhang Zhiyang berkata bahwa teman-temannya yang berlatih Falun Gong adalah orang-orang baik dan PKC harus menghentikan penindasan
Zhang Zhiyang datang bergabung dengan kegiatan tersebut karena teman-temannya berlatih Falun Gong. Dia menyadari bagaimana parahnya penindasan tersebut setelah melihat foto-foto. Dia mengatakan bahwa PKC harus menghentikan penindasan terhadap orang-orang karena keyakinannya, dan teman-teman praktisinya adalah orang baik.
Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2008/7/24/182648.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2008/7/26/99258.html |