Info & Berita > Berita & Kegiatan > Berita dan Kegiatan di Indonesia

 

Kemegahan Dafa Meriahkan HUT ke-100 Puputan Klungkung

(Falundafa.or.id) Menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-100 Perang Puputan Klungkung dan HUT ke-16 kota Semarapura, pemerintah dan masyarakat kabupaten Klungkung, Bali menggelar Pawai Budaya di Kota Semarapura pada tanggal 25 April 2008. Falun Dafa juga ikut diundang untuk memeriahkan pawai itu.

Pawai tersebut melibatkan ribuan siswa-siswi sekolah-sekolah yang terdapat di Kabupaten Klungkung, dari sekolah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, SMP dan juga SMA serta SMK. Mereka pun tampak menampilkan berbagai ragam kreasi seni dan budaya.

Tampak sebagian besar kreasi yang ditampilkan oleh 18 Grup peserta berupa Drama Teatrikal Perang Puputan Klungkung dan tradisi agama serta adat istiadat setempat. Gelombang peserta pertama tampak menampilkan dan menceritakan usaha masyarakat Klungkung 100 tahun yang lalu menghalau para prajurit penjajah Negeri Belanda yang ingin menguasai Kota Klungkung.

Usai aksi-aksi Drama Teatrikal, tampak gelombang grup peserta berikutnya menampilkan kesakralan tradisi-tradisi dan ritual adat istiadat masyarakat setempat pada abad ke-19. Dimana tradisi-tradisi tersebut kini sudah mulai ditinggalkan oleh para generasi muda Klungkung.

Akhir dari Parade yang berlangsung kurang lebih selama 4 jam itu pun kemudian ditutup oleh rombongan kelompok Meditasi Falun Dafa (Falun Gong) yang melibatkan sekitar 300 orang pengikutnya. Mereka menampilkan contoh-contoh gerakan senam dan meditasi ortodoks ala Falun Gong yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh pendirinya Mr. Li Hongzhi di China.

Kemegahan Falun Gong itu tampak dibuka oleh barisan pasukan Genderang Pinggang yang membuka perhatian masyarakat dan Bupati Klungkung beserta Undangan lainnya. Dimana di negeri China pasukan Genderang Pinggang dikenal sebagai pengusir unsur-unsur Negatif dalam alam semesta.

Tak ketinggalan dalam barisan pawai tersebut tampak para penari dan bidadari Zaman Dinasty Tang meramaikan dan memberikan kesan mendalam bagi warga yang menonton. Demikian juga para pengikut cilik Falun Gong yang tergabung dalam kelompok Minghui School turut meramaikan suasana, dimana tampak sebagian diantaranya juga menampilkan tari pita yang sangat menawan. Hal itu menunjukkan bahwa Falun Gong dapat diikuti oleh segenap lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, dari petani hingga pejabat.

Menurut salah seorang warga, rangkaian Pawai HUT Puputan Klungkung yang ke-100 itu benar-benar menunjukkan rangkaian tingkat moralitas masyarakat. Dari panggung politik masa lalu, hingga ritualitas keagamaan yang kini hanya tinggal formalitas. Dan kemudian ditutup oleh sebuah aliran spiritual yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat untuk mencapai kebebasan dari ikatan hidup dan mati.

Sementara itu yang tidak kalah menariknya, diluar barisan tampak para pasukan brosur tak henti-hentinya mendekati para warga dan menjelaskan fakta tentang Falun Gong yang sesungguhnya. Dari manfaat Falun Gong untuk kesehatan jiwa dan raga hingga kondisi saat ini, dimana para pengikut Falun Gong di China masih ditindas oleh rezim komunis yang berkuasa. Bahkan organ tubuh mereka juga diperjual belikan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Walau demikian para pasukan brosur tersebut yakin bahwa suatu saat nanti kekuatan jahat akan kalah dan tunduk pada peristiwa Pelurusan Fa Alam Semesta. (kayanadi)