Info & Berita > Berita & Kegiatan > Berita dan Kegiatan di Indonesia

 

Praktisi Falun Dafa Bali Ikut Berpartisipasi Dalam Pawai Pembangunan Kota Singaraja, Buleleng-Bali

(Falundafa.or.id) Pada hari Senin,18 Agustus 2008, sekitar lebih dari 150 orang praktisi Falun Dafa berkumpul di depan kantor bupati Singaraja Bali guna ikut memeriahkan pawai pembangunan dan hari kemerdekaan republik Indonesia 17 Agustus 2008.

Pawai yang berjarak kurang lebih 7 km itu mengambil start di depan kantor Bupati Buleleng dan berakhir di depan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Singaraja Bali.


Dari sebelas peserta pawai, rombongan Falun Dafa adalah yang terpanjang. Spanduk Falun Dafa serta spanduk Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) dan mobil pengeras suara yang menjelaskan tentang kebenaran Falun Dafa telah memimpin barisan. Buku Zhuan Falun besar menyul dibelakang yang diiringi oleh peragaan meditasi (metode V dari Falun Dafa) yang diperagakan oleh seorang praktisi cilik Falun Dafa di atas talam bunga lotus dan tabuhan barisan gendrang pinggang yang menggelora. Bendera panji kebesaran Falun Dafa pun mengiringi dari belakang. Tari kipas yang dibawakan oleh empat orang praktisi remaja meliuk-liuk dengan riangnya sambil memainkan kipas yang diiringi oleh musik tradisional thiongkok bak surgawi turut mewarnai barisan Falun Dafa yang kemudian disusul oleh barisan Lian Gong berjalan serta barisan umbul-umbul yang bertuliskan Falun Dafa dan Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar).

Ketika diwawancarai oleh wartawan, bapak Sudarma selaku koordinator lapangan berkata bahwa tujuan diadakannya pawai ini adalah untuk membangun mental spiritual masyarakat, dengan berlatih Falun Dafa ia yakin masyarakat akan harmonis. Tapi beliau sangat menyayangkan atas kejadian yang menimpa para praktisi Falun Gong di daratan China. Ajaran yang begitu baik justru dilarang hanya gara-gara orang yang berlatih Falun Gong melebihi keanggotaan Partai Komunis yang terdaftar di China pada tahun 1997. Jiang Zemin pemimpin Komunis pada waktu itu merasa takut, ia mengira Falun Gong adalah suatu organisasi politik yang ingin menggulingkan pemerintahannya, padahal Falun Gong tidak berpolitik dan bukanlah suatu agama.

Pawai mulai bergerak kurang lebih pukul 02.00 waktu setempat. Disepanjang rute perjalanan, barisan Falun Dafa mendapat sambutan yang sangat meriah dari puluhan ribu penonton. Ada beberapa orang yang telah mendapat informasi yang tidak benar tentang Falun Dafa melalui media, kini mendapat klarifikasi.

Ada seorang praktisi telah memberikan brosur kepada salah seorang ibu-ibu, ketika ibu-ibu itu melihat tulisan Falun Gong ia terkejut. Ibu-ibu itu telah mengaku bahwa beberapa tahun yang lalu pernah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri di dalam berita TV yang memberitakan bahwa ajaran Falun Dafa adalah sesat, sepintas ia melihat di TV, bahwa praktisinya telah melakukan hubungan yang tidak wajar antara laki-laki dan perempuan sambil madi bersama di kamar mandi. Ia sangat membenci Falun Gong. Praktisi tersebut dengan sabar menjelaskan bahwa Falun Dafa mengajarkan prinsip alam semesta, yaitu: “Sejati-Baik-Sabar,” mana mungkin melakukan perbuatan yang tidak senonoh seperti itu? Pastilah ada pihak ketiga yang tidak senang dengan Falun Gong telah menyebarkan berita-berita palsu untuk menyulut kebencian terhadap Falun Gong. “Saya sudah lima tahun belajar dan berlatih Falun Dafa di sini, tidak pernah diajarkan hal-hal yang tidak baik, malah mengajarkan hal yang baik dan seluruh keluarga kami mendapat manfaat akibat berlatih Falun Dafa,” kata praktisi itu. Akhirnya berkat klarifikasi dari praktisi tersebut, ibu-ibu itu menjadi lega dan mengucapkan terimakasih.

Juga ada dua orang wanita asal Australia yang sedang jalan-jalan sepanjang pawai mengatakan Falun Dafa baik dan berkembang bebas di Australia. Mereka juga mengetahui situasi Falun Dafa di dalam negeri China, dimana Falun Dafa telah dilarang dan dianiaya di China, sedangkan ia tahu bahwa Falun Dafa mengajarkan prinsip sejati alam semesta yaitu Sejati-Baik-Sabar. Terakhir mereka berpesan, "Kalau anda bisa mengontrol diri anda sendiri, pemerintah tidak akan bisa mengontrol anda".

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 km, barisan Falun Dafa tiba di panggung kehormatan yang dihadiri oleh para pejabat yang duduk di dalam pemerintahan termasuk bapak bupati buleleng beserta seluruh jajaran Muspida tingkat II kabupaten Buleleng. Falun Dafa diijinkan untuk menampilkan atraksinya selama 10 menit. Para praktisi Falun Dafa menampilkan formasi gendrang pinggang di depan panggung kehormatan. Dengan gayanya yang khas dan harmonis telah memukau para penonton dan memberikan semangat dengan tepuk tangan yang meriah. Sementara itu para penari remaja menaiki panggung kehormatan dan membagi-bagikan cinderamata berupa VCD dan materi-materi klarifikasi fakta kepada para undangan. Para undangan dapat menerima cinderamata itu dengan baik.

Setelah melakukan atraksi, barisan Falun Dafa kembali melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan, barisan Falun Dafa melewati sebuah bus yang ternyata para penumpangnya adalah wisatawan asal Taiwan. Mereka secara antusias melambai-lambaikan tangannya dan mengacungkan dua jempol tangannya kepada barisan Falun Dafa dari dalam bus yang mengisyaratkan “Falun Dafa is Good.” Beberapa dari mereka ada yang mengangkat kamera mereka dan membidikkannya ke arah barisan Falun Dafa, beberapa dari mereka ada yang bertepuk tangan seraya memberikan semangat.