‘Dunia Surga’ Memukau Pengunjung Mall di Batam
(Dari Parade Marching Band ‘Dunia Surga’ di Batam, Propinsi Kepri)

(Falundafa.or.id) Alunan lagu musik ‘Falun Dafa Hao’ dari perangkat musik yang dimainkan puluhan anggota Marching Band ‘Dunia Surga,’ memukau penonton yang memadati walk street, Nagoya Hill Mall, Batam pada Minggu (24/8). Acara yang digelar sekitar pukul 14.00 WIB tersebut merupakan rangkaian acara dari parade Marching Band ‘Dunia Surga’ di Tanjung Pinang dan Batam, yang dimulai pada Sabtu (23/8) di Tanjung Pinang, dan berlanjut Minggu (24/8) di Batam.
“Perkenalkan, kami dari Himpunan Falun Dafa Indonesia. Falun Dafa adalah senam kesehatan untuk jiwa dan raga. Tidak lupa kami mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan RI ke 63,” kata dua orang praktisi yang memandu acara tersebut dalam bahasa mandarin dan Indonesia.
Dalam prolognya melalui pengeras suara, mereka menginformasikan juga bahwa saat ini para praktisi Falun Dafa di China masih mengalami penindasan dan penganiayaan oleh rejim pemerintah komunis China. “Pada kesempatan ini kami ingin memberitahukan bahwa Falun Dafa adalah Baik, Falun Dafa Hao,” katanya. Kemudian dilanjutkan dengan alunan musik ‘Falun Dafa Hao’ yang dimainkan oleh Marching Band Dunia Surga.
Tepuk tangan meriah dari para pengunjung Nagoya Hill Mall terdengar seiring dengan selesainya alunan musik tersebut. Suasana berbeda dirasakan para pengunjung dengan hadirnya rombongan berseragam putih biru, dengan perangkat musik lengkap yang terdiri dari para praktisi Falun Dafa Singapura dan Malaysia.
“Ooo Falun Dafa, bagus, habis ini apalagi ya,” komentar seorang pengunjung yang turut menonton acara. “Bagus, banyak Tinghoanya ya,” komentar penonton lainnya.
Sebelum tampil di Nagoya Hill Mall, para praktisi dan Marching Band Dunia Surga, melakukan pawai di ruas jalan kawasan bisnis kota Batam. Sekitar pukul 10.00 WIB, para praktisi Falun Dafa dari Batam, Tanjung Pinang, Malasyia dan Singapura, telah berkumpul di halaman Top 100, salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Penuin, Batam. Barisan biru putih dari Marching Band Dunia Surga, yang terdiri dari 100 an personil juga telah memainkan musiknya, sehingga menarik perhatian warga yang beraktivitas di Minggu pagi itu.

Pada pukul 11.00 WIB, barisan pawai mulai berangkat dengan mengambil rute, mulai dari kawasan Penuin, Windsor, dan Nagoya. Musik ‘Falun Dafa Hao’, ‘Fa Zheng Qian Kun’ dan lain-lain bergantian berkumandang di setiap jalan yang dilalui. Warga yang beraktivitas nampak ingin tahu hingga kemudian menyaksikan pawai di pinggir jalan. Bahkan beberapa kendaraan yang melintas menghentikan kendaraannya untuk melihat pawai.
Barisan yang dikawal aparat kepolisian dari Poltabes Barelang, Batam tersebut, terdiri dari Marching Band Dunia Surga, diikuti dengan praktisi Falun Dafa berseragam kuning dengan atribut bendera dan spanduk. Salah satunya berbunyi ‘Himpunan Falun Dafa Indonesia mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke 63.’
Sementara itu nampak beberapa praktisi lainnya, diluar barisan membagikan brosur kepada warga yang melihat pawai maupun yang melintas disekitar rute pawai. ‘Ini kan dilarang di China,’ komentar seorang penonton keturunan Tionghoa.
Seorang praktisi memberikan brosur dan menjelaskan fakta sebenarnya. ‘Di China memang dilarang, tapi disini kan tidak,” katanya. Lalu menjelaskan penganiayaan yang dialami praktisi Falun Dafa di China. Penonton tersebut mengangguk-angguk mengiyakan.
Lain lagi komentar seorang Ibu, yang mendapatkan brosur Falun Dafa berbahasa Inggris dan Mandarin, namun ia tidak mengerti bahasanya. “Saya akan memberikan brosur ini ke cucu saya, ia bisa membaca tulisan mandarin. Ini kan bagus juga buat dia,” katanya.
Tidak lama kemudian, sekitar pukul 12.30 WIB rombongan pawai tiba di Nagoya Hill Mall tempat tujuan terakhir pawai, dan berlanjut tampil di Mall tersebut. (*) |