Keindahan ‘Dunia Surga’ Untuk Warga Pinang
(Dari Parade Marching Band ‘Dunia Surga’ di Tanjung Pinang, Propinsi Kepri)

(Falundafa.or.id) Pada Sabtu (23/8) di Tanjung Pinang, ibukota Propinsi Kepulauan Riau digelar pawai untuk memperingati kemerdekaan RI ke 63. Pawai diselenggarakan oleh Pemprov Kepri. Himpunan Falun Dafa Kepri berpartisipasi dengan turut serta dalam pawai bersama Marching Band Dunia Surga yang terdiri dari para praktisi dari Singapura dan Malaysia. Meskipun terlambat dan mengalami berbagai hambatan, namun pawai dapat terlaksana dengan baik. Pawai Keindahan Falun Dafa tetap dapat dinikmati warga kota Gurindam tersebut.
Sejak awal keberangkatan rombongan praktisi Falun Dafa dari Batam, Singapura, dan Malaysia tersebut, diringi dengan hujan lebat. Pada pukul 09.30 WIB, 100 an lebih praktisi Falun Dafa telah berkumpul di pelabuhan Punggur, Batam, tempat penyeberangan menuju Tanjung Pinang.
Suasana hujan masih mewarnai kedatangan rombongan saat tiba di Tanjung Pinang. Setelah tiba di pelabuhan Tanjung Pura, pelabuhan Tanjung Pinang, perjalanan diteruskan dengan naik dua buah pompong (perahu kecil), menuju garis start pawai. Namun hambatan datang saat pompong, hampir berlabuh. Pompong sempat kandas tidak bisa merapat. Air berwarna coklat kehitaman akibat naiknya lumpur pantai yang terantuk lambung pompong.

Pompong yang juga mengangkut peralatan musik Marching Band tersebut, akhirnya berhasil merapat di tengah hujan yang semakin deras. Secara estafet, satu persatu para praktisi mengangkut alat-alat Marching Band ditengah guyuran hujan. Beberapa praktisi yang lain, melakukan pemancaran pikiran lurus, Fa Zhen Nian.
Secepatnya kemudian para praktisi dan anggota Marching Band mulai mempersipkan diri dalam kelompok barisan, dan memulai pawai. Akan tetapi karena kondisi hujan deras, para peserta pawai memperingati Kemerdekaan Indonesia ke 63 lainnya, ternyata telah membubarkan diri. Namun demikian barisan Falun Dafa beserta Marching Band Dunia Surga tetap melakukan pawai hingga sampai di garis finish di panggung kehormatan.

Dikarenakan peserta pawai lainnya membubarkan diri, menguntungkan bagi barisan barisan praktisi Falun Dafa karena menjadi satu-satunya barisan yang menarik perhatian warga Tanjung Pinang. Keindahan Falun Dafa dapat disaksikan seluruh penonton di sepanjang jalan utama.

Musik yang dimainkan Marching Band Dunia Surga menyedot perhatian tersendiri, dan dengan kemegahannya menggema disela rintik hujan. ‘Falun Dafa Hao’, ‘Fa Zheng Qian Kun’ berkumandang tak ada putusnya hingga garis akhir pawai hari itu.(*) |