Dalam Saluran Selaan TV Sinosat di
Daratan China : Program "Jiang Zemin Menghadapi Tuntutan"
Disiarkan di China
Baru-baru ini kami menerima banyak surat
dan telepon dari masyarakat di daratan China, memberitahu
bahwa program TV di China digantikan oleh program Falun
Gong. Terutama pada tanggal 15 Agustus 2003, selama dua
atau tiga menit, pemirsa melihat tayangan program TV menyiarkan
penuntutan Jiang Zemin di luar negeri karena menganiaya
Falun Gong.
Akhir-akhir ini Program TV di
China Telah Disela Beberapa Kali
Menurut laporan Xinhua Net di Beijing pada
tanggal 15 Agustus 2003, seorang jurnalis memperoleh berita
dari Pusat monitoring wireless nasional lembaga informasi,
bahwa pada jam 9.05 malam hari tanggal 12 Agustus 2003,
dan pada jam 8.23 malam hari tanggal 13 Agustus 2003, program
Falun Gong berhasil terlihat pada China Education TV, CCTV,
dan 10 stasiun TV provinsi. Laporan ini dikonfirmasikan
oleh Mentri Pendidikan dan Kantor Administrasi Negara bagian
Radio, Film and Televisi. Xinhua News Agency tidak berani
mengungkapkan apa isi dari program Falun Gong tersebut.
Pada jam 9.20 malam hari tanggal 15 Agustus
2003, seorang praktisi Falun Gong di China mendadak menghubungi
Minghui Net dan memberitahu bahwa dia melihat gambar-gambar
yang berkaitan dengan Falun Gong di televisi: "Kabarnya
Jiang Zemin Dituntut di Luar Negeri".
Dua hari yang lalu, kantor penyiaran Radio
Free Asia menerima telefon dari orang-orang di China, mengatakan
bahwa pada jam 9 selasa malam, tayangan praktisi Falun Gong
melakukan latihan dan beberapa tayangan lain disiarkan selama
30 menit di Desa Wuyuan, propinsi Mongolia dalam. Voice
of America juga menyatakan tentang kejadian di propinsi
Mongolia dalam ini.
Beberapa orang beranggapan bahwa yang mereka
tonton adalah sebuah tayangan ulang dari NTDTV world-wide
broadcasting di Amerika Timur, sejak NTDTV juga menyiarkan
program ke China, beberapa diantarnya termasuk program yang
bertopik Falun Gong.
Penuntutan Kepada Jiang Zemin Mengejutkan
Zhong Nan Hai
Pada Oktober 2002, delapan praktisi Falun
Gong di Amerika mengajukan sebuah penuntutan hukum pada
Jing Zemin di Pengadilan Daerah Federal di Chicago, Amerika,
mendakwa peran Jiang yang memulai dan mengendalikan penyiksaan
dibawah kuasanya sendiri.
Menurut media-media diluar Tiongkok, kasus
penuntutan ini telah menimbulkan kegemparan di Zhong Nan
Hai (Lembaga Peremintah Pusat). Jiang Zemin dan "kantor
610" (yang didirikan khusus untuk menganiaya Falun
Gong), sedang menggunakan saluran diplomatik untuk membujuk
Amerika dan negara-negara lain bahwa Jiang Zemin bersedia
membayar berapapun demi mencegah kasus ini dibawa ke pengadilan.
Beberapa lembaga pemerintahan menyingkap
bahwa pejabat diplomatik China sangat tegang saat mengutarkan
pernyataan sikap Beijing terhadap penuntutan Jiang di Amerika.
Mereka juga sangat ketakutan apabila membuat kesalahan dalam
pernyataan sikap Bejing itu, dalam kata-demi-katanya, yang
disertakan sebuah dokumen resmi.
Menurut informasi pribadi dari seorang
staf kedutaan China, telah dikeluarkan perintah bagi semua
kedutaan untuk melaporkan semua proses pengadilan dan liputan
media yang berhubungan dengan penuntutan Jiang "secepatnya"
pada pejabat tinggi di Beijing, karena anggota komite Central
Partai Komunis perlu untuk membahas semua informasi itu
secepat mungkin.
Menurut laporan baru-baru ini di Epoch
Times, sebuah artikel yang muncul di website dalam negeri
China, yang mengejutkan seluruh negeri, berjudul "10.000
laporan dunia ; terdapat sebuah laporan investigasi mengenai
sejarah Jiang, saat dia bergabung kedalam partai dan hal-hal
lain". Laporan itu menegaskan bahwa beberapa hal mengenai
riwayat hidup Jiang yang dimasukkan ke partai ialah palsu.
Ini benar-benar luar biasa bahwa sebuah laporan seperti
ini dapat dimuat di sebuah website di China. Juga diumumkan
bahwa sebuah tim yang terdiri dari pejabat partai tingkat
tinggi telah selesai menginvestigasi sejarah personal Jiang.
Mereka menemukan bahwa Jiang telah memainkan peranan penting
dalam banyak kebohongan besar partai. Selain masalah Falun
Gong, dia juga ada kaitannya dengan peristiwa pembantaian
di Tian-An-Men 4 Juni 1989, beberapa kejahatan ekonomi penting,
dan beberapa kejadian internasional yang berkaitan dengan
China-Amerika.
Tak Terhitung Tuntutan Terhadap Jiang
Berita mengenai penuntutan terhadap Jiang diblokir di China,
namun berita itu tersebar pesat di luar negeri.
Seiring pengajuan tuntutan terhadap Jiang Zemin pada bulan
Oktober 2002 di Amerika, pada bulan Maret 2003, praktisi
Falun Gong di Swiss mengumumkan rencana mereka untuk menuntut
Jiang Zemin. Pada 1 Agustus 2003, praktisi Canada mengumumkan
bahwa mereka sedang menyiapkan sebuah tuntutan pada Jiang
Zemin atas penganiayaannya terhadap Falun Gong. Pada 9 Agustus
2003, praktisi Falun Gong Inggris mengumumkan bahwa mereka
juga sedang menyiapkan tuntutan terhadap Jiang.
Lebih lanjut lagi, terhadap penuntutan
yang akan dijalankan di Australia, seorang pengacara internasional
terkenal. Geoffrey Robertson, telah menyetujui untuk membantu
penuntutan terhadap Jiang. "Friends of Falun Gong"
di Australia mengeluarkan sebuah laporan pada 14 Agustus
2003 : "Zhang Ciuiying, seorang seniman tradisional
China, mengajukan tuntutan terhadap Jiang Zemin sehubungan
dia telah dianiaya secara keji dan disiksa di China karena
berlatih Falun Gong. Dalam sebuah pertemuan di Gold Coast
minggu lalu antara kelompok Zhang - pengacara Nyst dan Mr.
Robertson dari Inggris. Mr. Robertson juga berencana untuk
mengajukan hal ini dalam Komisi HAM PBB di New York. Mr.
Nyst mengatakan bahwa kasus Zhang Ciuying ini "sangat
spesifik, kuat dan meyakinkan" dan bahwa "ini
adalah aksi dengan kesempatan kuat untuk menang."
Kebohongan Menutupi Penganiayaan
Dimulai pada tahun 1996, HAM dan kebebasan berkeyakinan
praktisi Falun Gong dilanggar oleh Jiang Zemin dan kaki
tangannya. Terutama setelah 20 Juli 1999, Jiang Zemin dan
Luo Gan menggunakan perangkat mesin pemerintahan untuk secara
terbuka menganiaya praktisi Falun Gong
Banyak saksi utama dari praktisi Falun
Gong di China menunjukkan bahwa kebijakan yang dibuat oleh
Jiang Zemin dan "kantor 610" bertujuan memfitnah
repustasi mereka, membangkrutkan ekonomi mereka, menghancurkan
fisik mereka.
Menurut statistik yang disiarkan di website
Clearwisdom, selama 4 tahun terakhir, lebih dari 760 praktisi
Falun gong telah meninggal akibat penganiayaan, karena mereka
menolak untuk melepas latihan Falun Gong. Pada Oktober 2001,
statistik dari pemerintah China menunjukkan bahwa total
kematian praktisi Falun Gong telah mencapai 1600 ! Setidaknya
6000 praktisi telah dipenjara secara ilegal, dan ratusan
ribu praktisi dikirim ke kamp kerja paksa. Hukuman kejam
yang digunakan oleh polisi dan kamp kerja paksa diseluruh
negeri kepada praktisi Falun Gong ini sebanyak empat puluh
lima macam, meliputi perampasan hak untuk tidur dalam jangka
panjang (bisa mencapai 2 minggu lebih), menyetrum praktisi
secara serempak dengan beberapa tongkat listrik bertegangan
tinggi pada bagian-bagian tubuh yang sensitif (meliputi
: mulut, dada, ketiak, dan bagian-bagian pribadi), menyelubungi
kepala praktisi dengan kantong plastik disaat melakukan
pemukulan, agar praktisi menyerah dalam keadaan nafas tersesak.
Mereka juga menggunakan penjara air bawah
tanah, "Tempat tidur orang mati", duduk diatas
papan penyiksaan untuk menganiaya praktisi atau mengunci
mereka dalam kurungan terpencil, memaksa praktisi duduk
diatas kursi metal, menggiring mereka ke "Pagar Harimau"
(sebuah penganiayaan yang dirancang untuk mematahkan kaki
seseorang), melakukan jongkok-bangun dalam periode panjang,
menggantung praktisi, menusukkan paku besi kedalam celah
jari praktisi, mencabut jari praktisi dengan alat kakak-tua,
dll.
Menurut pengakuan, polisi setempat, semua
ini adalah mengikuti perintah Jiang Zemin atas dasar : "Tak
ada hukum yang berlaku bagi praktisi Falun Gong", "Dipukul
mati anggap saja mati konyol, dipukul mati anggap saja bunuh
diri; tubuh mereka boleh langsung dikremasi tanpa diotopsi"
Namun, semua fakta brutal ini ditutupi
oleh kebohongan yang dirancang oleh Jiang dan orang -orang
"kantor 610". Stasiun Televisi, koran-koran dan
siaran berita dikontrol oleh pemerintah China untuk secara
terus menerus memojokkan para korban. Sayangnya, sejarah
selalu terulang kembali. Dibawah sistim "satu suara"
di China, secara kuat memblokade informasi dari luar, banyak
orang perlahan-lahan percaya pada kata-kata pemerintah,
dalam penganiyaan politik, selama sejarah, banyak orang
percaya bahwa orang-orang yang ditekan pemerintah adalah
kelompok yang menentang partai dan menentang rakyat, yang
tak dapat diampuni.
Pengadilan Publik dan Penuntutan di
Luar Negeri
Pada tanggal 22 Juli 2003, ribuan praktisi Falun Gong luar
negeri mengadakan pengadilan publik terhadap Jiang Zemin
didepan Capitol Hill di Washington DC, juru bicara publik
berseru pada audiens : "Bayangkan rasa putus asa dan
kemarahan dari keluarga yang tidak tahu kemana harus mengadu
karena orang yang mereka cintai telah hilang." Bagi
para pejabat dengan entengnya mereka menjawab bahwa mereka
tak membunuh seorang praktisi pun, semua korban dianggap
"bunuh diri atau serangan jantung", atau kematian
secara alami" ini benar-benar tak dapat diterima, tak
bermoral dan sikap yang paling buruk diantara yang terburuk.
Polisi dan petugas menyetrum tubuh fisik, mulut, alat kelamin
praktisi dengan tongkat listrik, memaku jari tangan dengan
palu besi, mencambuk mereka dengan tongkat kayu bergerigi,
memukul mereka dengan pentungan besi, menghina dan bahkan
memperkosa mereka, c. Kejadian-kejadian ini terus bertambah."
Menurut laporan yang dikeluarkan oleh World
Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong
(WOIPFG) pada tanggal 20 Maret 2003 : "Rejim berkuasa
telah menggunakan seperempat anggaran keuangan China untuk
Menganiaya FalunGong", sehingga penganiayaan dapat
terus berlangsung. Dana ini bersumber dari investasi luar
negeri, pajak penduduk China, dan juga uang denda ilegal
yang harus dibayarkan secara paksa oleh praktisi Falun Gong
dan anggota keluarga atau tempat kerja mereka. Sejumlah
besar dana tersebut dialokasikan untuk keperluan pihak keamanan
dalam meburu dan menganiaya praktisi Falun Gong, dan organisasi
"kantor 610" diseluruh negeri, serta departemen
luar negeri untuk menggangu kegiatan Falun Gong di luar
negeri. Kampanye kebohongan yang terus menerus dan blokade
informasi telah memakan sebagian besar keuangan pemerintah.
Hal ini telah menekan kehidupan masyarakat China dan mematikan
perkembangan ekonomi negara.
Penganiayaan terhadap Falun Gong dimotori
oleh Jiang Zemin, karena kecemburuan pribadi, seluruhnya
didasari kebohongan. Namun, penganiayaan ini sekali lagi
ditutupi oleh berbagai jenis fitnahan. Orang-orang yang
berani mempertanyakan dan mengungkapkan kebenaran telah
dianiaya secara brutal. Beberapa orang di daratan China
dihukum penjara lebih dari 10 tahun karena mereka dicurigai
mengakses Minghui Net. Praktisi-praktisi Falun Gong diluar
negeri telah mencurahkan upaya yang berat dan banyak pengorbanan
untuk mengekspos dan menghentikan penganiayaan ini.
Catatan : Satelit Sinosat diorbitkan
pada tahun 1998, Ia melayani lusinan klien-klien penting,
termasuk "CCT broadcast dan TV project" dibawah
Administrasi Negara Radio Film dan Televisi, China Education
TV, China National Offshore Oil Corp, China Meteorological
Administration, China Unicorn, dan China Netcom.
"Kantor 610" ialah sebuah
kantor yang dibangun untuk menganiaya Falun Gong, dengan
kekuasaan mutlak diatas setiap tingkat administrrasi partai
dan semua sistim politik serta pengadilan.