![]() |
|
Mendarat di Tepi Pantai (Falundafa.or.id) Meninggalkan kehidupan sebagai seorang penjudi professional dan pecandu narkoba, merangkul sebuah kehidupan baru sebagai seorang praktisi kultivasi adalah sesuatu yang tidak pernah munkin terpikirkan oleh seorang praktisi Falun Gong baru, Kuo Ching-Feng. “Di masa lalu, saya sama sekali tidak memiliki konsep berkultivasi.”
Kecanduan Berjudi pada Umur 18 Tahun Menjadi Seorang Pecandu Narkoba 20 Tahun yang Lalu Kuo menyingkap kemejanya untuk menunjukkan dua goresan yang sangat jelas pada perutnya. Kuo menjelaskan bahwa dia memotong perutnya dua kali ketika merasa sangat menderita. Kuo berkata, “Saya mulai menggunakan narkoba pada tahun 1988. Narkoba menghancurkan hati, ginjal, perut, dan usus kecil saya. Saya memiliki pemikiran yang berbahaya saat itu. Saya merasa kehidupan adalah gelap dan semua yang terpikirkan adalah bagaimana caranya mengakhiri hidup saya.” Meninjau kembali, Kuo berkata pada tahun 1992 adalah tahun terburuk dari hidupnya. Tahun itu istrinya menceraikannya – pernikahannya hancur. Akhirnya dia menjual rumahnya di Taipei dan membawa kedua anaknya kembali ke rumah orang tuanya di kampung. Saat itu dia telah memakai narkoba kurang lebih empat tahun. Dia tahu narkoba akan menghancurkan kesehatannya, dia pergi ke rumah sakit umum dan pribadi untuk pengobatan, tetapi kecanduannya lebih besar dibanding dirinya setiap kali dia melihat narkoba. “Mudah untuk pulih dari narkoba secara fisik, tetapi tidaklah mudah untuk pulih secara mental,” kata Kuo. “Di rumah sakit, saya secara sembunyi-sembunyi meletakkan narkoba pada kantong cairan infus. Saya tidak tahu berapa lama saya tertidur, tetapi para perawat tidak dapat membangunkan saya. Dalam tujuh bulan, saya menghabiskan 25 juta NTD tabungan terakhir saya, tetapi saya merasa gembira dan lega.” Dikirim ke Penjara Empat Kali dalam 10 Tahun Pada tanggal 17 April 2003, Kuo mengatur pengambilan heroin dengan seorang bandar narkoba di sebuah tempat peristirahatan jalan tol. Karena sangat ketagihan narkoba, Kuo menyuntik dirinya dengan heroin di dalam mobil dan tertangkap basah oleh polisi setempat. Ini adalah masa penjara terakhir yang benar-benar mengubah hidupnya. Kuo sangat senang ketika dia menceritakan kisah ini. “Takdir telah tiba. Zhuan Falun menyelamatkan saya.” Zhuan Falun Mengubah Hidup Kuo Kuo berkata dia mengingatnya seperti baru kemarin saja. Dia mulai belajar Zhuan Falun pada tanggal 2 September 2003. Dia menghabiskan sore hari dari Jumat sampai Minggu dengan membaca Zhuan Falun. Dia terkejut ketika memasuki Ceramah II karena dia merasa seolah-olah dimarahi oleh isi buku tersebut. Setelah selesai baca Zhuan Falun keseluruhan untuk pertama kalinya, Kuo merasa dia seharusnya percaya dengan isi buku tersebut. Selama sembilan hari berturut-turut, Kuo mempelajari Zhuan Falun tiga kali. “Saya secara total berpikiran jernih. Ketika saya sedang belajar Zhuan Falun untuk ketiga kalinya, saya merasa Falun berputar di seluruh tubuh saya. Ketika saya sedang tidur di malam hari, Falun membangunkan saya,” Kuo mengingat kembali. Malam itu dia bermimpi. Hari berikutnya Kuo mengingat bahwa, setahun sebelumnya, praktisi Falun Gong telah mendatangi penjara untuk mengajarkan latihan Falun Gong. Dia berhasil memberikan sebuah catatan kepada narapidana yang telah mempelajari latihan untuk menghubungi praktisi-praktisi yang menyebarkan Falun Gong di penjara dan meminta mereka membawa semua buku Falun Gong kepadanya. Seorang praktisi membawakan Kuo tujuh buku Falun Gong. Kata Kuo, “Dalam dua bulan dua hari, saya belajar tujuh buku Falun Gong tujuh kali. Kemudian sipir penjara memberi tahu saya bahwa saya dapat pulang ke rumah untuk liburan.” Kuo mendapat 12 hari liburan. Dia pulang ke kampung halamannya di mana dia belajar lima gerakan latihan Falun Gong. Menghafal Zhuan Falun dan Belajar Latihan Gerakan Falun Gong Walaupun Menderita Kuo membungkus 24 buku Falun Gong dan memilih untuk menyelesaikan masa tahanannya di Yilan, sebuah kota di timur laut Taiwan. Di penjara Yilan, ada kelas meditasi pada pagi hari dan sore hari setiap harinya. Kuo mengambil kesempatan ini untuk berlatih meditasi Falun Gong. “Pada awalnya saya tidak dapat duduk bersila,” ingat Kuo. “Ini membuat banyak penderitaan bagi saya untuk berlatih meditasi. Tetapi saya memutuskan untuk duduk meditasi dalam posisi teratai penuh, bahkan jika menyebabkan patah tulang. Saat itu adalah musim panas. Saya bermandikan keringat. Kaki saya sangat sakit. Saya merasa seolah-olah sesuatu sedang berenang di tubuh saya. Ketika teman narapidana saya melihat saya bergetar dalam penderitaan, mereka mempermainkan saya dan memberi tahu saya untuk menyerah. Saya tahu dengan baik penyebab penderitaan saya adalah bahwa saya memiliki banyak karma dan narkoba telah merusak kesehatan saya.” Pada hari ke-30, Kuo berhasil duduk bermeditasi selama 30 menit. Dia sangat gembira ketika dia melepaskan kakinya. “Hari itu saya merasakan sesuatu untuk pertama kalinya. Saya merasa Falun berputar di kaki saya dan saya mendengar suara nyaring Falun yang berputar. Saya merasa Falun meninggalkan tubuh saya dari ujung jari kaki dan kembali ke Dantian saya.” Menyebarkan Fa di penjara “Bahkan jika saya hidup sampai umur 100 tahun, saya tidak akan pernah dihukum penjara lagi. Tetapi setiap orang mencemooh dan memberi tahu saya tidaklah akan mungkin mengatasi kecanduan narkoba, mereka akan melihat saya di penjara lagi dalam waktu dekat.” Kuo mulai menceritakan manfaat belajar Falun Gong dengan teman-teman yang ada di penjara. Kata Kuo, “Ada seorang narapidana yang telah dipenjara lebih dari satu dekade. Saya memberitahunya, “Kenapa kamu tidak membaca Zhuan Falun? Saya akan mengajari kamu latihan Falun Gong. Cobalah berlatih Falun Gong selama enam bulan.” Enam bulan kemudian, narapidana itu meminta untuk membeli semua buku Falun Gong yang ada. Narapidana yang lain telah berlatih Tai Chi selama satu dekade. Orang tersebut menempati tempat tidur di atas Kuo dan melihat Kuo membaca Zhuan Falun setiap hari. Setelah mendengar cerita-cerita ajaib Falun Gong, orang tersebut mengungkapkan ketertarikkannya membaca buku tersebut. Kata Kuo, “Saya menanyakan apa yang dia rasakan ketika berlatih Tai Chi. Dia mengatakan bisa merasakan kumpulan besar Qi. Saya memberitahunya bahwa Tai Chi adalah sebuah bentuk Qigong, tetapi dia hanyalah memiliki Qi dan tidak memiliki Gong apapun setelah mempelajari Tai Chi selama sepuluh tahun. Saya menjelaskan kepadanya bahwa Guru mengajari kami bahwa Gong asli berasal dari kultivasi hati seseorang dan tidak akan berasal dari latihan gerakan fisik. Saya memberitahunya bahwa dia tidak memiliki Fa untuk membimbingnya dan dia tidak akan merasakan Qi apapun ketika dia memiliki Gong.” Kuo Ching-Feng dan orang tersebut bergantian mempelajari ke-24 buku Falun Gong. Setiap pagi dan sore mereka bersama-sama berlatih lima gerakan Falun Gong. Pada bulan kedelapan masa tahanannya, Kuo telah selesai mempelajari buku-buku ini untuk kedelapan kali. Kata Kuo, ”Dia memberi tahu saya bahwa mempelajari Tai Chi selama 20 tahun tidaklah sebanding dengan mempelajari Falun Gong selama delapan bulan. Dia telah memakai narkoba sejak umur 19 tahun dan menghabiskan hampir 30 tahun di penjara. Saya bertanya kepadanya apakah dia akan memakai narkoba lagi ketika dibebaskan. Dia berkata tidak mungkin baginya untuk menyentuh narkoba lagi. Dia benar. Ketika hati kamu berubah, kamu tidak akan pernah menyentuh narkoba lagi.” Ketika Kuo menyelesaikan masa tahanannya, teman sel-nya meminjam buku-buku Falun Gongnya. Kuo memberi tahu mereka untuk menyimpannya dalam kondisi yang baik. “Ketika kamu dibebaskan, buku-buku ini harus diberikan kepada narapidana selanjutnya. Kamu harus meneruskan kepada orang lain.” Memperoleh Manfaat dari Falun Gong Secara Fisik dan Spiritual, Kuo Mengajak Orang-orang yang Telah Ditakdirkan Belajar Falun Gong. Karena perubahan Kuo, keluarga dan orang-orang sekitarnya mulai berubah juga. Kakak perempuan Kuo berumur 60 tahun dan telah belajar Falun Gong selama lebih dari dua tahun. “Kakak saya berlatih Falun Gong pada pagi hari dan sore hari. Dia tidak pernah menerima pendidikan apapun, jadi dia tidak dapat membaca. Dia telah memiliki Zhuan Falun hampir tiga tahun, tetapi dia masih tidak dapat membacanya. Sekarang dia mengikuti sekolah malam untuk belajar membaca. Dia menolak untuk menerima kenyataan bahwa dia tidak dapat membaca Zhuan Falun. Dia memberi tahu saya bahwa dia memutuskan belajar Falun Gong setelah menyaksikan perubahan-perubahan dalam diri saya.” Kuo Ching-Feng menghabiskan paruh awal hidupnya dalam keadaan tersesat. Ketika dia memasuki penjara untuk pertama kalinya pada tahun 1994, putrinya baru di kelas tiga sekolah dasar dan putranya di kelas satu. Ketika dia dibebaskan dari penjara pada tahun 2004, adalah waktu yang bertepatan untuk menghadiri upacara wisuda putrinya. Putranya masih di kelas dua sekolah menengah. Melihat kembali hidupnya sebelum bertemu Falun Gong, Kuo Ching-Feng memiliki banyak penyesalan. Dia berterima kasih sekali kepada Falun Gong yang memberinya sebuah kehidupan baru. Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2008/6/7/179857.html |
||||||||||||||||||