Tim riset dari Madison-sebuah Universitas Wisconsin telah
menemukan, untuk pertama kalinya, bahwa sebuah program pendek
dalam “Meditasi Sadar” menghasilkan perubahan
positif jangka panjang pada otak maupun fungsi sistem kekebalan
tubuh. Penemuan tersebut menemukan bahwa meditasi, yang
telah lama dipromosikan sebagai sebuah tehnik untuk mengurangi
kelelahan dan stress, mungkin menghasilkan efek biologi
penting yang dapat meningkatkan kegembiraan seseorang.
Richard Davidson, Vilas Professor psikologi dan psychiatry
di UW–Madison, memimpin tim riset tersebut. Studi
tersebut, dilakukan pada perusahaan bioteknologi Promega
dekat Madison, akan muncul dalam terbitan yang akan datang
di jurnal Psychosomatic Medicine.
“Meditasi Sadar,” sering direkomendasikan sebagai
sebuah penangkal terhadap stress dan rasa sakit terhadap
penyakit kronis, adalah sebuah latihan yang dirancang untuk
memfokuskan perhatian seseorang secara intensif pada saat
itu, pikiran tidak bercabang dan perasaan seakan-akan mereka
ada tetapi menahan diri dari menghakimi atau bertindak terhadap
pemikiran dan perasaan tersebut. Intensitasnya adalah untuk
memperdalam kesadaran atas keberadaan, meningkatkan kemampuan
untuk memusatkan perhatian dan mengkultivasi emosi yang
positif seperti welas asih.
Dalam studi UW, para peserta secara acak dimasukkan kedalam
salah satu dari dua kelompok. Kelompok yang memiliki pengalaman,
dengan 25 subjek, menerima pelatihan dalam meditasi sadar
dari salah satu yang paling dikenal, Jon Kabat-Zinn, seorang
penulis bukuyang populer tentang mengurangi stress yang
mana meningkatkan kesadaran-berdasarkan program pengurangan
stress di Pusat Kesehatan Universitas Massachusetts. Kelompok
ini mengambil kelas mingguan dan dalam tujuh belas jam mengundurkan
diri selama studi tersebut; mereka juga mengambil latihan
di rumah untuk waktu latihan satu jam per hari, enam kali
dalam satu minggu. Ke 16 anggota dari kelompok kontrol tidak
menerima latihan meditasi sampai setelah pelajaran tersebut
dirampungkan.
Untuk setiap kelompok, sebagai tambahan untuk meminta para
partisipasi untuk menilai bagaimana perasaan mereka, tim
riset mengukur aktifitas elektronik di bagian depan dari
otak, sebuah area yang dikhususkan untuk jenis emosi tertentu.
Riset awal telah menunjukkan bahwa, didalam diri manusia
yang secara umum bersifat positif dan optimis dan dalam
waktu emosi positif, sisi kiri dari area depan ini menjadi
lebih aktif daripada sisi kanan.
Penemuan tersebut mengkonfirmasikan hipotesis dari para
periset: Kelompok meditasi menunjukkan sebuah peningkatan
aktifasi pada bagian kiri dari daerah depan. Hal ini memberi
kesan bahwa meditasi itu sendiri menghasilkan lebih banyak
aktivitas di daerah ini dari otak. Aktivitas ini adalah
berhubungan dengan kepuasan yang lebih bawah dan sebuah
keadaan emosi yang lebih positif.
Tim riset juga menguji apakah kelompok meditasi memiliki
fungsi kekebalan tubuh yang lebih baik daripada kelompok
kontrol. Seluruh peserta studi tersebut menerima sebuah
vaksin flu pada hari terakhir dari delapan minggu kelompok
meditasi. Kemudian, pada minggu ke empat dan delapan setelah
selesai melaksanakan administrasi vaksin, kedua kelompok
melakukan pengujian darah untuk mengukur tingkat kekebalan
tubuh yang mereka hasilkan terhadap vaksin flu. Ketika kedua
kelompok telah mengembangkan peningkatan sistem kekebalan
tubuh - seperti yang diharapkan -kelompok meditasi memiliki
sebuah peningkatan yang lebih besar secara signifikan daripada
kelompok kontrol, pada kedua periode tersebut.
“Walaupun studi kami adalah permulaan dan lebih banyak
riset secara jelas adalah diperlukan,” kata Davidson,
“kami sangat bersemangat oleh hasil riset tersebut.
Para pekerja Promega yang mengambil bagian telah memberikan
kami sebuah kesempatan yang menyenangkan untuk mendemonstrasikan
sebuah dampak biologi yang nyata terhadap latihan kuno ini.”
Davidson, adalah orang yang secara utuh terlibat dengan
Institut Riset Emosi Kesehatan pada UW, merencanakan riset
lebih jauh terhadap dampak meditasi. Dia baru-baru ini mempelajari
sekelompok orang yang telah melakukan meditasi selama lebih
dari 30 tahun. Kelompok risetnya juga merencanakan untuk
mempelajari dampak dari meditasi sadar terhadap pasien dengan
jenis penyakit tertentu.
Sumber : epochtime